Melihat Hasil Pilpres 2019 Secara Spasial

Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia tahun 2019 merupakan cerita menarik dalam proses demokrasi Indonesia.  Model pemilihan yang bersifat one man one vote menunjukkan bahwa Presiden yang dipilih merupakan wujud dari keinginan langsung pribadi pemilih. Model Pilpres seperti ini sebenarnya telah dilaksanakan sebanyak kali, yaitu 2004, 2009, 2014 dan terakhir 2019. Pilpres 2019 juga diwarnai dengan pemberitaan yang sangat beragam, baik dari isu kesiapan pelaksanaan, proses pelaksanaan sendiri dan proses penetapan pemenang Pilpres. Secara resmi saat ini diketahui bahwa pemenang dari Pilpres adalah sang petahana.  

Artikel ini mencoba melihat bagaimana sebenarnya peta pemilih dalam Pilpres 2019. Penggambaran ini ingin menunjukkan bagaimana sebenarnya pola pemilih di Indonesia. Untuk menghasilkan dukungan ilustrasi, artikel ini menampilkan pola pemilih pada tingkat kabupaten/kota di Indonesia. Artikel akan didukung penggambaran dalam peta dimana peta dasar untuk ilustrasi diambil dari laman wikicommons, sementara data pemilih diambil dari laman kawalpemilu.org. Hingga tulisan ini disusun, kawalpemilu.org juga belum dapat mentabulasi hasil pilpres secara keseluruhan. Untuk melengkapi, maka penulis kemudian mencoba menelusuri hasil pemberitaan terakhir mengenai hasil pilpres.

Untuk mempermudah, dalam artikel ini penulis mengelompokkan kemenangan dalam 3 kategori, yaitu menang banget, menang banyak, dan menang dikit.  Menang banget diberikan pada capres yang memperoleh suara sama dengan atau lebih dari 80 persen. Menang banyak untuk jumlah suara 60 sampai kurang dari 80 persen.  Sedangkan menang dikit untuk jumlah suara 50 hingga kurang dari 60 persen. Tidak setuju dengan kategori ini ….. Hmm silakan kelompokkan dan buat tulisan sendiri ya. Sebagai catatan, penulis hanya membandingkan pada skala spasial berbasis batas administrasi, adanya perbedaan jumlah pemilih pada masing-masing wilayah tidak menjadi bahasan dalam tulisan ini. 

Bagaimanakah polanya, ayo kita lihat ….

Hasil Pilpres ala Spasial

Secara spasial, terdapat dua bentuk sebaran hasil pemilihan yang dapat diihat, yaitu dalam skala provinsi dan dalam skala kabupaten/kota. Cukup banyak artikel yang membahas hasil perolehan suara pada tingkat provinsi.  Pada skala provinsi, petahana memperoleh suara mayoritas di 21 provinsi (61,8%) sementara penantang mendapat suara mayoritas di 13 provinsi. Secara sebaran spasial skala regional, petahana unggul di Kalimantan dan Maluku-Papua sementara penantang unggul di Sumatera.

Distribusi Keunggulan Suara Capres Skala Provinsi

Hanya saja apabila dilihat secara lebih detail, akan terlihat bahwa terdapat perbedaan pola raihan suara di provinsi-provinsi tersebut. Kemenangan para calon secara mutlak sebenarnya sangat sedikit. Hanya 5 provinsi yang masyarakatnya memilih satu calon tertentu secara masif. Bahkan terdapat 15 provinsi (hampir setengah jumlah provinsi) dimana para capres tersebut sebenarnya hanya menang dikit. Artinya preferensi pemilih pada provinsi-provinsi tersebut sebenarnya hampir berimbang. 

Pada skala gugus Pulau, terlihat pola yang cukup menarik dan berbeda-beda. Secara umum hampir tidak ada hasil menang banget dari masing-masing capres. 

  • Di Sumatera walaupun penantang unggul atas petahana, akan tetapi tidak bisa dikatakan menang banget. 
  • Pulau Jawa bahkan berimbang sama-sama menang banyak, dimana di bagian barat penantang unggul sementara di bagian timur sang petahana yang unggul. 
  • Pada gugus Sunda Kecil juga cukup menarik, dimana pada masing-masing ujung gugus ini, petahana menang banget, hanya saja di bagian tengah terjadi  kebalikan dimana penantang bisa mengimbangi dengan menang banyak.
  • Kalimantan, secara umum memperlihatkan bahwa petahana hanya menang agak banyak, tidak unggul secara mutlak.
  • Kondisi Sulawesi cukup berimbang, dimana masing-masing capres dapat dikatakan menang dikit.
  • Maluku sama dengan Sulawesi, yaitu masing-masing capres berimbang menang dikit.
  • Papua cukup unik dimana petahana (agak) menang banget.  
Detail Distribusi Keunggulan Suara Capres Skala Provinsi

Apabila dilihat dari skala kabupaten/kota, sebaran spasial perolehan suara jauh ternyata sangat menarik. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia,Petahana unggul di 283 kabupaten/kota (55,1%). Hmm kok sama ya dengan total hasil perolehan suara pilpres. Hal ini menunjukkan bahwa dalam skala kabupaten/kota, keunggulan petahana ternyata tidak sebesar pada skala provinsi. Sebagai catatan, pada artikel ini terdapat 2,5% dari jumlah kabupaten (13 kabupaten) yang belum selesai proses penghitungan suara.  Ketigabelas kabupaten tersebut berada di Maluku (1 kabupaten), Papua (9 kabupaten) dan Papua Barat (3 kabupaten).

Distribusi Keunggulan Suara Capres Skala Kabupaten/Kota

Pada penggambaran lebih detail, terjadi perbedaan pola spasial keunggulan. Hal yang menarik untuk diketahui adalah:

  • Secara umum, capres berada pada kategori menang banyak di berbagai kab/kota, yaitu sebesar 41%, sementara sisanya terbagi rata di dua kategori yang lain. 
  • Pada kategori menang banget, capres petahana menunjukkan keunggulannya di Pulau Papua, sebagian dari Nusa Kecil, Pulau Jawa bagian tengah dan Sulawesi bagian utara. Sementara sang penantang menang banget di Pulau Sumatera bagian pesisir pantai utara dan barat.
  • Pada kategori menang banyak, capres petahana unggul di Jawa bagian tengah dan timur, Papua, Kalimantan bagian utara dan Sulawesi bagian tengah. Di sisi lain, capres penantang cukup unggul di Pulau Sumatera Bagian tengah, Jawa bagian barat dan Sulawesi bagian selatan.
Detail Distribusi Keunggulan Suara Capres Skala Kabupaten/Kota

Bonus Sedikit 

Pada Pilpres 2019, ada entitas kawasan lain yang juga menjadi daerah pemilihan (dapil). Entitas ini disebut sebagai dapil Luar Negeri. Tidak semua negara di bumi ini ada perwakilan ataupun penduduk Indonesia, sehingga terdapat beberapa negara yang tidak ada pemilih. 

Secara umum, sang petahana unggul hampir di semua negara terutama antara lain di Kawasan Amerika (Utara dan Selatan), Seluruh Eropa, hampir seluruh Asia, Australia dan sebagian besar Afrika.  Sementara untuk sang penantang secara spasial unggul di Kawasan Timur Tengah dan Afrika bagian utara.

Distribusi Keunggulan Suara Capres Pada Dapil Luar Negeri

Penutup

Penggambaran ini hanya dimaksudkan untuk memperlihatkan bagaimana sebaran secara spasial hasil Pilpres 2019. Masih adanya kontroversi di balik Pilpres tidak menjadi pertimbangan dalam penggambaran ini. Penulis ingin mengajak pembaca untuk memahami bahwa adanya klaim dari masing-masing capres terkait keunggulan mereka di suatu wilayah tidak serta merta menyatakan bahwa pada wilayah tersebut mereka unggul secara mutlak.

Hasil penggambaran pada skala kabupaten/kota memperlihatkan bahwa klaim kemenangan di suatu kabupaten/kota bila dilihat mendalam secara mayoritas adalah menang dikit atau menang banyak.  Menang banget ternyata sedikit. 

Penulis berharap pembaca menikmati penggambaran yang sudah dibuat.  Adanya kesalahan dalam pewarnaan mohon dimaklumi karena gambar dibuat secara manual. Tidak ada maksud apapun dari penulis apabila terjadi kesalahan dalam pewarnaan. Tabik.

Oleh: Bayu Wirawan, penikmat data spasial

Cover foto: Paper vector created

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s